RESUME NOVEL



Judul Novel                  :  Cinta Pertama
Penulis                          :  Oktarina Prasetyowati
Penerbit                         :  Gagas Media
Cetakan Pertama           :  2006
Halaman                        :  viii + 150 hlm

Sinopsis Novel:
           Sehari setelah pertunangannya Abi dikejutkan dengan kabar buruk dari tunangannya, tidak hanya dia tetapi kedua orang tua dan sahabatnya, Wulan koma. Dokter mendiagnosa bahwa wulan menderita kanker otak dan pembuluh darah di kepalanya sudah pecah, harapan untuk hidup sangat kecil. Abi yang ingin menikah dan memiliki anak dari Wulan sangat frustasi mendengar kabar tersebut. Kenyataan pahit itu jelas dihadapannya tetapi ia tetap berharap dapat membahagiakan Wulan di saat-saat terakhirnya.
Semuanya berubah ketika Abi menemukan buku diary Wulan dan mulai membacanya, ia mengetahui masalalu dan cinta pertama Wulan, yaitu Surya.
          Wulan menjalani masa remajanya dengan sangat bahagia bersama sahabatnya yang bernama Rena. Di usianya yang ke-17 ia mendapat hadiah buku diary dari sahabatnya. Semua hal yang terjadi dimasa remaja ia tumbahkan dalam buku itu, termasuk menceritakan tentang Surya cinta pertamanya.
Surya adalah pemain basket sekolah yang sangat tampan dan disukai siswi-siswi di SMA nya, termasuk Wulan, tetapi Surya memiliki sifat yang acuh kepada para penggemarnya itu. Pada suatu kesempatan akhirnya Wulan bisa mengobrol dengan Surya dan semain dekat, mereka sering menghabiskan waktu bersama, belajar bersama, pulang sekolah bersama, hal ini membuat Wulan selalu bersemangat ke sekolah.sampai tiba saatnya kelulusan tingkat SMA akan di umumkan, hati Wulan berkecambuk ketika tahu Surya akan meneruskan sekolahnya di luar kota, yang artinya mereka harus terpisah. Pada hari kelulusan mereka berpisah tanpa mengungkapkan perasaan masing-masing. Surya melanjutkan pendidikannya di PTN Bandung dan bekerja disana, Wulan tetap di Jakarta dan tetap menyimpan perasaannya terhadap Surya.
Rena menenangkan Wulan menghadapi perpisahannya itu, sebagai sahabat ia selalu menemani hari-hari Wulan dan menghiburnya. Persahabatan itu terjalin hingga saat ini.
          Setelah membaca buku diary itu, Abi, tunangan Wulan segera mencari tahu cerita masa remaja tunangannya ke pada sahabatnya, Rena. Rena pun menceritakan semua hal yang terjadi selama mereka sekolah dan meyakinkan Abi bahwa hal itu hanyalah masa lalu.
Abi ingin membahagiakan Wulan di sisa-sisa hidupnya, maka ia berusaha mencari tau keberadaan cinta pertama Wulan, Surya. Ia berpikir dengan kehadiran Surya mungkin akan membawa berubahan baik pada kondisi Wulan sekarang, tanpa memikirkan perasaannya ia pun mendatangi kediaman Surya.
          Surya tampak lebih dewasa dengan kacamata dan guratan wajahnya sekarabg, ia bahkan telah menikah. Setelah mendengar cerita Abi, ia sempat shock dan tidak percaya akan tindakan Abi ini. Surya memutuskan menemui Wulan di rumah sakit Jakarta setelah berdiskusi dengan istrinya. Ia pun sedih melihat keadaan Wulan sekarang dan tidak tahu harus berbuat apa untuk membantu dalam perubahan kondisi Wulan. Surya mulai menyapa dan mengajak bicara Wulan yang seperti mayat dengan menceritakan masa-masa sekolahnya, saat mereka jalan-jalan, belajar bersama dan persiapan ketika mereka menghadapi Ujian Nasional. Sudah satu minggu berlalu, tetapi tidak ada perubahan apa-apa pada kondisi Wulan. Abi yang merasa cemburu dan bingung pada kondisi seperti ini, ditambah lagi Rena, sahabat Wulan sangat marah atas keputusan nya yang tidak rasional, sampai suatu saat istri Surya datang dan marah-marah ke Abi karena suaminya tak kunjung kembali, semua orang memarahinya, sementara Wulan, tunangannya, masih dalam keadaan koma dengan banyak selang di tubuhnya yang membantu agar tetap hidup.
          Orang tua Wulan, sahabat dan tunangannya sudah siap jika suatu saat di tinggalkan Wulan, mereka semua tahu harapan untuk hidup sangat kecil, merekapun tidak berharap banyak pada keadaan ini. Sampai tiba saatnya Abi meminta Surya segera meninggalkan Wulan dan menyelesaikan semua urusan mereka.
Surya masuk keruangan Wulan untuk mengucapkan kata perpisahan, Surya menyatakan perasaan yang ia pendam sejak SMA kepada Wulan, langkahnya menjadi sangat berat karena harus meninggalakan Wulan untuk selamanya, ketika itu Wulan mengenggam tangan Surya sesaat, seakan-akan ia terbangun dari mimpi tidur panjangnya, ia pun meneteskan air mata.
Surya keluar ruangan menemui Abi yang sedari tadi berdiri di depan kamar, ia berpamitan dan segera beranjak dari rumah sakit, kembali ke Bandung dan menjalani hidupnya lagi bersama istrinya. Selang berapa jam kepergian Surya, terdengar suara denting datar dari alat pendeteksi jantung, suster pun mulai melepas alat-alat yang telah menopang kehidupan Wulan. Wulan meninggal.
          Semua orang-orang yang kenal Wulan berkumpul dan mengenang kepergiannya di pemakamann untuk mengantarkan yang terakhir kalinya. Teman-teman SMA, teman kuliah dan teman kantor Wulan pun turut berkumpul untuk mengantar kan Wulan ke peristirahatan terakhirnya. Sementara Abi enggan beranjak dari posisinya, ia terus menatap makam tunangannya yang telah usai, begitupun Rena yang setia berdiri di samping Abi memandangi makam sahabatnya. Satu persatu dari mereka berpamitan dan beranjak karena gerimis mulai turun.

Komentar