BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Surat kabar
merupakan media massa yang menggunakan bahasa dan tulisan sebagai alat
utamanya. Surat kabar sering kali diidentifikasikan dengan pers, namun
pengertian pers sangat luas, dimana media elektronik sekarang ini sudah
dikatagorikan dengan media juga. Untuk itu pengertian pers dalam arti sempit
hanya meliputi media cetak saja, salah satunya adalah surat kabar, yaitu
lembaran tercetak yang memuat laporan yang terjadi di masyarakat dengan
ciri-ciri terbit secara periodik, bersifat umum, isinya termasa dan aktual
mengenai apa saja untuk diketahui pembaca.
Kalimat
adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan
cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik
turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri intonasi akhir. Sedangkan
dalam bentuk tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan
diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).
Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus
memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P).
Alasan
saya memilih surat kabar Koran Tempo
karena banyak kesalahan di dalam penulisan. Misalnya kalimat yang digunakan
tidak efektif, tidak tepat dalam penulisan huruf dan tanda bacanya, tidak
sesuai dengan SPOK, dan sebagainya. Bagi seorang pendengar atau pembaca kalimat
adalah satuan kata yang mengandung makna atau pikiran. Untuk itu, tujuan saya
membuat karya tulis ini agar informasi yang di dapat sesuai dengan kaidah
bahasa, jelas dan mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada
diri pembaca.
1.2
Rumusan
Masalah
1. Artikel
apa saja yang ada dalam surat kabar Koran
Tempo?
2. Seberapa
banyak kesalahan yang ada dalam surat kabar Koran
Tempo?
1.3
Tujuan Penelitian
1. Ingin
mencari kesalahan dalam kalimat dalam surat kabar
2. Ingin
mengungkapkan atau mendeskripsikan isi surat kabar
1.4
Kerangka
Teori
Menurut
Prof Dr. E. Zaenal Arifin, M. Hum dan Drs. S. Amran Tasai, M. Hum., dalam
bukunya Cermat Berbahasa Indonesia (2010;96-106) mengatakan bahwa
kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali
gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam
pikiran pembicara atau penulis. Sebuah
kalimat efektif mempunyai ciri-ciri khas, yaitu kesepadanan struktur,
keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran,
kepaduan gagasan, dan kelogisan bahasa. Kesepadanan ialah keseimbangan antara
pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat
memiliki beberapa ciri, seperti kalimat mempunyai subjek dan predikat dengan
jelas, tidak terdapat subjek yang ganda, kata penghubung intrakalimat tidak
dipakai pada kalimat tunggal, dan predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.
Keparalelan ialah
kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, kalau bentuk
pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan setersunya juga harus menggunakan
nomina. Kalau bentuk pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan
verba. Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok
kalimat. Cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat, yaitu dengan meletakkan
kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat), membuat urutan
kata yang bertahap, melakukan pengulangan kata (repetisi), melakukan
pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan, dan mempergunakan partikel
penekanan (penegasan).
Kehematan dalam
kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang
dianggap tidak perlu. Ada kriteria-kriteria yang perlu diperhatikan, yaitu
dengan cara menghilangkan penggunaan subjek, menghindarkan pemakaian
superordinat pada hiponim kata, menghindarkan kesinoniman dalam suatu kalimat,
dan tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. Kecermatan adalah kalimat
yang digunakan tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pilihan kata.
Kepaduan ialah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang
disampaikannya tidak terpecah-pecah. Kelogisan ialah ide kalimat dapat diterima
oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa
ahli bahasa dalam zaenal-zaeblogs.blogspot.com adalah sebagai berikut,
1. Kalimat
efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif,
gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami,
serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. (Rahayu:2007)
2. Kalimat
efektif adalah kalimat yang memenuhi criteria jelas, sesuai dengan
kaidah,ringkas, dan enak dibaca. (Arifin:1989)
1.5
Sumber Data
Sumber
data yang dipergunakan oleh saya adalah surat kabar Koran Tempo, 1 Mei 2013.
1.6
Metode
dan Teknik
Metode Studi Pustaka (Library research)
Melalui metode ini, saya
berusaha untuk memperoleh pemahaman mengenai konsep dan landasan teori yang
berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas dalam Karya Tulis. Metode kepustakaan ini dilakukan dengan cara
membaca, mempelajari, serta mengutip sumber-sumber referensi seperti buku-buku
literatur, website dan bahan-bahan lainnya yang relevan dengan permasalahan
yang akan dibahas.
BAB
II
ANALISIS
2.1
Deskripsi Muatan Surat Kabar
Surat kabar Koran Tempo, 1 Mei 2013 memuat beberapa rubrik, seperti rubrik
Berita Utama, rubrik Nasional, rubrik Nusa, rubrik Pendapat, rubik Ilmu dan
Teknologi, rubrik Bisnis, rubrik Metro, rubrik
Internasional, rubrik Digital, dan rubrik Olahraga.
Pada
rubrik Umum terdapat artikel “Tak Perlu Rusuh di Hari Buruh” oleh Anton
William. Kemudian juga terdapat artikel “Kepala Polda Metro Jaya: Pengawal
Susno Mungkin dari Mabes Polri” oleh Erick P. Hardi dkk. Pada rubrik Nasional
terdapat artikel “DPR Disebut Ikut Bahas
Anggaran Simulator” oleh Subkhan dkk. Kemudian juga terdapat artikel “Cegah
Virus H7N9, Pemerintah Diminta Perketat
Bandara” oleh Rosalina.
Pada rubrik Nusa
terdapat artikel “Kolonel Pemakai Sabu Dicopot” oleh Ananda Badudu dkk.
Kemudian juga terdapat artikel “Gubernur Bali Minta Maaf Kepada Korban
Pemerkosaan” oleh Ketut Efrata. Pada rubrik Pendapat terdapat artikel
“Pembubaran Partai Lintah” oleh Feri Amsari. Pada rubrik Ilmu dan Teknologi terdapat
artikel “Mungkinkah Manusia Melahirkan di Mars?” oleh Mahardika Satria Hadi.
Kemudian juga terdapat artikel ”Jika Badak Kehilangan Kubangannya” oleh Untung
Widyanto dan Mahardika Satria Hadi.
Pada rubrik Bisnis
terdapat artikel “Survei PwC: Bank Cenderung Tumbuh Anorganik” oleh Martha
Thertina dan RR Ariyani. Kemudian juga terdapat artikel “30 Persen Barang
Elektronik Diduga Hasil Selundupan” oleh Amri Mahbub dkk. Pada rubrik Metro
terdapat artikel “Pembangunan Hotel Amaroossa Resmi Digugat” oleh Artha U. Surbakti.
Pada rubrik
Internasional terdapat artikel “DNA Perempuan Ditemukan di Serpihan Bom Boston”
oleh Sita Planasari Aquadini. Kemudian juga terdapat artikel “Pemilu Malaysia:
Aparat Keamanan Memilih Lebih Awal” oleh Natalia Santi. Pada rubrik Digital
terdapat artikel “Apple Bikin iPad Mini Versi Murah” oleh Macrumor dan Nur
Rochim. Kemudian juga terdapat artikel “Layanan Iklan Mobile Incar Pasar Tanah
Air” oleh Budi Riza.
Pada rubrik Olahraga
terdapat artikel “Semen Padang Targetkan Poin Penuh” oleh Andri El Farugi dan
Gadi Makitan. Kemudian juga terdapat artikel “Jakarta Siap Gelar ISG (Islamic
Solidarity Games)” oleh Gadi Makitan dkk.
2.2 Kesalahan Kalimat dalam Surat Kabar.
Dalam artikel “Tak Perlu Rusuh di Hari
Buruh” oleh Anton William (2013;A2) terdapat kalimat sebagai berikut. Saatnya aktivitas buruh juga memikirkan cara
memperjuangkan hak tanpa harus melanggar kepentingan orang banyak. Kalimat
ini adalah kalimat salah. Kalimat ini memiliki dua predikat, yaitu kata memikirkan dan memperjuangkan, untuk memperbaiki kalimat ini kata memperjuangkan diubah menjadi keterangan
dengan cara menambahkan kata dalam di
depannya. Dengan demikian kalimat itu tidak memiliki predikat yang ganda. Jadi,
kalimat yang benar adalah sebagai berikut. Saatnya
aktivitas buruh juga memikirkan cara dalam memperjuangkan hak tanpa harus
melanggar kepentingan orang banyak.
Dalam artikel “Kepala
Polda Jawa Barat: Pengawal Susno Mungkin Dari Mabes Polri” oleh Erick P.Hardi dkk.
(2013;A2) terdapat kalimat sebagai berikut. Menteri
Hukum dan Hak asasi Manusia Amir Syamsudin sudah mengatakan institusinya sudah
mencegah Susno bepergian ke luar negeri. Kalimat ini adalah kalimat salah.
Kalimat ini memiliki dua predikat,yaitu kata sudah mengatakan dan sudah
mencegah, dan memiliki dua subjek,yaitu kata Menteri Hukum dan Hak asasi Manusia Amir Syamsudin dan institusinya,
untuk memperpaiki kalimat ini ditambahkan kata sambung bahwa di depan kata institusinya
sebagai penanda anak kalimat. Jadi, kalimat yang benar adalah sebagai berikut. Menteri Hukum dan Hak asasi Manusia Amir
Syamsudin sudah mengatakan bahwa institusinya sudah mencegah Susno bepergian ke
luar negeri.
Dalam artikel “Cegah
Virus H7N9, Pemerintah Diminta Perketat Bandara” oleh Rosalina (2013;A7)
terdapat kalimat sebagai berikut. Pengamat
Pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Hermanto Siregar meminta pemerintah
memeriksa kesehatan setiap orang yang baru tiba dari Cina. Kalimat ini
adalah kalimat salah. Kalimat ini merupakan kalimat majemuk tetapi tidak
memiliki kata sambung. Untuk memperbaiki kalimat ini tambahkan kata hubung supaya sebelum kata memeriksa. Jadi, kalimat yang benar adalah sebagai berikut. Pengamat Pertanian dari Institut Pertanian
Bogor, Hermanto Siregar meminta pemerintah supaya memeriksa kesehatan setiap orang
yang baru tiba dari Cina.
Dalam artikel “Semen
Padang Targetkan Poin Penuh” oleh Andri El faruki dan Gadi Makitan (2013;A19) terdapat
kalimat sebagai berikut. Sekalipun telah
memastikan juara grup dan ke babak 16 besar Piala Konfederasi Asia (AFC), Semen
Padang tetap menargetkan mendapatkan poin penuh pada laga penutup babak
penyisihan grup F melawan klub asal India, Churcill Brothers. Kalimat ini
adalah kalimat salah. Pada induk kalimat terdapat dua predikat yaitu kata menargetkan dan mendapatkan, untuk memperbaiki kalimat ini kata mendapatkan diubah menjadi keterangan dengan cara
menambahkan kata untuk didepannya.
Dengan demikian induk kalimat tidak memiliki predikat yang ganda. Jadi, kalimat
yang benar adalah sebagai berikut. Sekalipun
telah memastikan juara grup dan ke babak 16 besar Piala Konfederasi Asia (AFC),
Semen Padang tetap menargetkan untuk mendapatkan poin penuh pada laga penutup
babak penyisihan grup F melawan klub asal India, Churcill Brothers.
Dalam artikel “Apple
Bikin iPad Mini Versi Murah?” oleh Machrumor dan Nur Rohim (2013;B8) terdapat
kalimat sebagai berikut. Kuo
memperkirakan apple akan mengurangi komponen alumunium untuk casing-nya. Kalimat
ini adalah kalimat salah. Kalimat ini memiliki dua predikat,yaitu kata memperkirakan dan akan mengurangi, dan memiliki dua subjek,yaitu kata Kuo dan apple, untuk memperpaiki kalimat ini ditambahkan kata sambung bahwa di depan kata apple sebagai penanda anak kalimat. Jadi, kalimat yang benar adalah
sebagai berikut. Kuo memperkirakan bahwa
apple akan mengurangi komponen alumunium untuk casing-nya.
Dalam artikel
“Pembangunan Hotel Amaroossa Resmi Digugat” oleh Arihta U.Surbakti (2013;C4)
terdapat kalimat sebagai berikut. Mereka
menuntut Wali Kota Diani Budiarto menghentikan pembangunan hotel amaroossa.
Kalimat ini adalah kalimat salah. Kalimat ini memiliki dua predikat, yaitu kata
menuntut dan menghentikan , untuk memperbaiki kalimat
ini kata menghentikan diubah menjadi
keterangan dengan cara menambahkan kata untuk
di depannya. Dengan demikian kalimat itu tidak memiliki predikat yang ganda. Jadi,
kalimat yang benar adalah sebagai berikut. Mereka
menuntut Wali Kota Diani Budiarto untuk menghentikan pembangunan hotel
amaroossa.
Dalam artikel “DNA
Perempuan Ditemukan di Serpihan Bom Boston” oleh Sita Planasari (2013;A16)
terdapat kalimat sebagai berikut. Clarke
dikenal piawai membela pelaku kejahatan serangan massal. Kalimat ini adalah
kalimat salah. Kalimat ini memiliki dua predikat, yaitu kata dikenal dan membela , untuk memperbaiki kalimat ini kata membela diubah menjadi keterangan dengan cara menambahkan kata dalam di depannya. Dengan demikian
kalimat itu tidak memiliki predikat yang ganda. Jadi, kalimat yang benar adalah
sebagai berikut. Clarke dikenal piawai
dalam membela pelaku kejahatan serangan massal.
Dalam artikel “30
Persen Barang Elektronik Diduga Hasil Selundupan” oleh Amri Mahbub dkk. (2013;B5)
terdapat kalimat sebagai berikut. Direktur
Industri Elektronik dan Telematika Kementrian Perindustrian, Thiharso,
menyatakan peredaran barang elektronik selundupan masih marak. Kalimat ini
adalah kalimat salah. Kalimat ini memiliki dua predikat, yaitu kata menyatakan dan peredaran , untuk memperbaiki kalimat
ini kata peredaran diubah menjadi
keterangan dengan cara menambahkan kata tentang
di depannya. Dengan demikian kalimat itu tidak memiliki predikat yang ganda. Jadi,
kalimat yang benar adalah sebagai berikut. Direktur
Industri Elektronik dan Telematika Kementrian Perindustrian, Thiharso,
menyatakan tentang peredaran barang elektronik selundupan masih marak.
Dalam artikel “Survei
PwC: Bank Cenderung Tumbuh Anorganik” oleh Martha Thertina dan RR Ariyani (2013;B2)
terdapat kalimat sebagai berikut. Yusuf
menjelaskan survey ini menunjukkan bahwa kalangan perbankan mulai melirik
peluang akuisisi atau merger sebagai strategi pengembangan bisnis selain
strategi organic seperti penambahan jaringan kantor dan elektronik. Kalimat
ini adalah kalimat salah. Kalimat ini memiliki dua predikat, yaitu kata menjelaskan dan menunjukkan , untuk memperbaiki kalimat
ini kata menunjukkan diubah menjadi
keterangan dengan cara menambahkan kata yang
di depannya. Dengan demikian kalimat itu tidak memiliki predikat yang ganda. Jadi,
kalimat yang benar adalah sebagai berikut. Yusuf
menjelaskan survey ini yang menunjukkan bahwa kalangan perbankan mulai melirik
peluang akuisisi atau merger sebagai strategi pengembangan bisnis selain
strategi organic seperti penambahan jaringan kantor dan elektronik.
Dalam artikel “Mungkinkah
Manusia Melahirkan di Mars” oleh Mahardika Satria Hadi (2013;A12) terdapat
kalimat sebagai berikut. Jika itu belum
berhasil, kami harus mencoba mengasuh anak remaja di Mars. Kalimat ini
adalah kalimat salah. Kalimat ini memiliki dua predikat, yaitu kata mencoba dan mengasuhan , untuk memperbaiki kalimat ini kata mengasuh diubah menjadi keterangan
dengan cara menambahkan kata dengan di
depannya. Dengan demikian kalimat itu tidak memiliki predikat yang ganda. Jadi,
kalimat yang benar adalah sebagai berikut. Jika
itu belum berhasil, kami harus mencoba dengan mengasuh anak remaja di Mars.
BAB
III
KESIMPULAN
3.1
Simpulan
Setelah melihat isi BAB II ANALISIS
dapat disimpulkan sebagai berikut.
1.
Terdapat 75 artikel dalam surat kabar Koran tempo
2.
Dalam surat kabar Koran Tempo terdapat banyak kesalahan kalimat, paling sedikit ada 10
kalimat.
3.2
Saran
Diharapkan surat kabar Koran Tempo lebih diperhatikan oleh
editornya dengan baik, supaya tidak ditemukan lagi kesalahan dalam kalimat di
beberapa artikel dalam surat kabar Koran
Tempo. Para penulis artikel juga perlu memperhatikan kalimat yang akan di
susun dalam artikel, apakah kalimat yang digunakan sudah efektif atau belum dan
sesuai dengan SPOK agar kesalahan-kesalahan dalam kalimat pada artikel dapat
dihindari.
DAFTAR
PUSTAKA
Arifin, E. Zaenal dan S. Amran Tasai.
2012. “Cermat Berbahasa Indonesia”.
Jakarta: AKADEMIKA
PRESSINDO.
Hadi,
Mahardika Satria. 2013. “Mungkinkah Manusia Melahirkan di Mars?”.
Dalam Koran Tempo. 1 Mei. Jakarta.
Hardi, Erick P dkk. 2013. “Kepala Polda
Jawa Barat: Pengawal Susno
Mungkin dari Mabes
Polri”. Dalam Koran Tempo. 1 Mei.
Jakarta.
18 Juni 2013
Machrumor dan Nur Rohim. 2013. “Apple
Bikin iPad Mini Versi Murah”.
Dalam Koran Tempo. 1 Mei. Jakarta .
Mahbub , Amri dkk. 2013. “30 Persen
Barang Elektronik Diduga Hasil
Selundupan”. Dalam Koran Tempo. 1 Mei. Jakarta.
Makitan, Gadi. 2013. “Semen Padang Targetkan
Poin Penuh”. Dalam Koran
Tempo.
1 Mei. Jakarta.
Planasari,Sita. 2013. “ DNA Perempuan
Ditemukan di Serpihan Bom Boston”.
Dalam Koran Tempo. 1 Mei. Jakarta.
Rosalina. 2013. “Cegah Virus H7N9,
Pemerintah Diminta Perketat Bandara”.
Dalam Koran Tempo. 1 Mei. Jakarta.
Surbakti, Aritha U. 2013. “Pembangunan
Hotel Amaroossa Resmi Digugat”.
Dalam Koran Tempo. 1 Mei. Jakarta.
Thertina , Martha dan RR Ariyani. 2013.
“Survei PwC:Bank Cenderung
Tumbuh Anorganik”.
Dalam Koran Tempo. 1 Mei. Jakarta .
Wiliam, Anton. 2013. “Tak Perlu Rusuh di
Hari buruh”. Dalam Koran
Tempo.
1 Mei. Jakarta .
Komentar
Posting Komentar