PAPER - MENSTRAG



DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR JUDUL
DAFTAR ISI ......................................................... ...............................................................................i
BAB I      LATAR BELAKANG
1.1      Sejarah XL ............................................................................................................... 1
1.2      Visi dan Misi Perusahaan .................................................................................... 2
1.3      Tujuan dan Manfaat Penulisan .......................................................................... 2
1.4      “ITS XL” .................................................................................................................... 2
1.5      Susunan Direksi dan Komisaris ......................................................................... 3
1.6      Struktur Organisasi................................................................................................. 5
1.7      Daftar XL Center, Alamat Kantor Pusat dan Anak Perusahaan ................... 6
BAB II     ANALISA SWOT
2.1    Analisis Strategi Perusahaan .............................................................................. 9
2.2    Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats...................... 9
2.3    MATRIKS SWOT .................................................................................................. 13
BAB III    ANALISA RASIO KEUANGAN
3.1    Rasio Keuangan................................................................................................... 14
3.2    Perhitungan Rasio Keuangan pada PT XL Axiata Tbk tahun 2011........... 14
3.3    Proyeksi di Tahun 2013....................................................................................... 18
BAB IV   KESIMPULAN DAN SARAN
4.1    Kesimpulan............................................................................................................ 19
4.2    Saran................................................................................................................... ...20
BAB V    REFERENSI
Referensi ........................................................................................................................ 22
LAMPIRAN
NERACA PT XL AXIATA Tbk
LAPORAN LABA RUGI PT XL AXIATA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS PT XL AXIATA Tbk
LAPORAN ARUS KAS



BAB I

LATAR BELAKANG

1.1    Sejarah XL

PT XL Axiata Tbk. ( XL ) didirikan pada tanggal 8 Oktober 1989 dengan nama                         PT Grahametropolitan Lestari, bergerak di bidang perdagangan dan jasa umum.
Enam tahun kemudian, XL mengambil suatu langkah penting seiring dengan kerja sama antara Rajawali Group – pemegang saham PT Grahametropolitan Lestari – dan tiga investor asing (NYNEX, AIF, dan Mitsui). Nama XL kemudian berubah menjadi PT Excelcomindo Pratama dengan bisnis utama di bidang penyediaan layanan telepon dasar.
Pada tanggal 6 Oktober 1996, XL mulai beroperasi secara komersial dengan fokus cakupan area di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Hal ini menjadikan XL sebagai perusahaan tertutup pertama di Indonesia yang menyediakan jasa telepon dasar bergerak seluler.
Bulan September 2005 merupakan suatu tonggak penting untuk XL. Dengan mengembangkan seluruh aspek bisnisnya, XL menjadi perusahaan publik dan tercatat di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia). Kepemilikan saham XL saat ini mayoritas dipegang oleh Axiata Group Berhad (Axiata) melalui Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (66,6%) dan Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd. (13,3%).
XL pada saat ini merupakan penyedia layanan telekomunikasi seluler dengan cakupan jaringan yang luas di seluruh wilayah Indonesia bagi pelanggan ritel dan menyediakan solusi bisnis bagi pelanggan korporat. Layanan XL mencakup antara lain layanan suara, data dan layanan nilai tambah lainnya (value added services). Untuk mendukung layanan tersebut, XL beroperasi dengan teknologi GSM 900/DCS 1800 serta teknologi jaringan bergerak seluler sistem IMT-2000/3G. XL juga telah memperoleh Ijin Penyelenggaraan Jaringan Tetap Tertutup, Ijin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet (Internet Services Provider/ISP), Ijin Penyelenggaraan Jasa Internet Telepon untuk Keperluan Publik (Voice over Internet Protocol/VoIP), dan Ijin Penyelenggaraan Jasa Interkoneksi Internet (“NAP”).

1.2    Visi dan Misi Perusahaan
1.2.1   Visi
Menyediakan jasa telekomunikasi terbaik dan tercepat di Indonesia dan dapat memuaskan pelanggan, pemegang saham dan karyawan.
1.2.2   Misi
1.    Menghasilkan layanan jasa yang bermutu dan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
2.     Meningkatkan pangsa pasar XL melalui strategi pemasaran yang efektif dan didukung dengan system manajemen yang baik.
1.3    Bidang Usaha
Pada tahun 1989, XL bergerak di bidang perdagangan dan jasa umum. Enam tahun kemudian bidang usaha XL berubah menjadi bisnis utama di bidang penyediaan layanan telepon dasar.  Pada tahun 2007, XL telah berkembang dari perusahaan kecil yang menjual layanan dasar telepon menjadi salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di tanah air, dengan infrastruktur jaringan dan layanan yang sangat luas di seluruh tanah air. XL menyediakan layanan untuk pelanggan ritel dan menawarkan solusi bisnis kepada pelanggan perusahaan.
1.4  “ITS XL”
        Tiga nilai utama XL yang disingkat sebagai “ITS XL” terdiri dari :
          1.4.1   Integritas
            Dapat dipercaya dan selalu mematuhi etika profesi dan bisnis. Segenap jajaran Pimpinan dan Karyawan XL harus:
1.    Jujur dalam berbicara dan bertindak
2.    Konsisten antara pikiran, perkataan dan perbuatan
3.    Adil dalam memperlakukan pihak lain
4.    Berdedikasi terhadap perusahaan
              5.    Dapat dipercaya dalam mengemban amanat maupun menjalankan  tugas

1.4.2   Kerjasama
Saling mendukung dan secara aktif terlibat dalam mencapai tujuan bersama. Tidak semua pekerjaan dapat dilakukan secara individual.
Kerjasama memungkinkan kita mencapai tujuan yang lebih tinggi. Agar kerjasama dapat berlangsung efektif, karyawan XL harus:
1.    Berpikiran positif dan terbuka terhadap masukan orang lain
2.    Menghargai perbedaan
3.    Peduli terhadap pihak lain
4.    Komunikatif dalam membangun pengertian yang sama
5.    Berbagi pengetahuan dan ketrampilan
6.    Berfokus kepada tujuan bersama
1.4.3   Pelayanan Prima
Sepenuh hati memberikan solusi terbaik untuk memenuhi harapan pelanggan. Pelanggan dalam hal ini tidak hanya pelanggan eksternal yang berada di luar perusahaan,namun termasuk juga pelanggan internal yang mencakup rekan kerja, atasan atau bawahan, dan unit kerja lain di dalam perusahaan. Dalam usaha memberikan layanan unggul, perilaku karyawan XL harus mencerminkan perilaku inti sebagai berikut:
              1.    Fokus pada pelanggan dalam setiap pengambilan keputusan dan tindakan
2.    Berorientasi pada solusi terbaik
              3.    Efisien dan efektif dalam menghasilkan solusi
              4.    Sepenuh hati dalam menjalankan tugas
              5.    Berorientasi pada kualitas atas produk dan layanan yang diberikan
6.    Proaktif
7.    Inovatif dan Kreatif dalam memberikan solusi

1.5    Susunan Direksi dan Komisaris

1.5.1     Jajaran Direksi

1.     Hasnul Suhaimi (53, Indonesia)
Presiden Direktur / Chief Executive Officer (CEO) 
2.    P. Nicanor V. Santiago III (45, Filipina)
Direktur / Chief Commercial Officer (CCO) 
3.    Joy Wahjudi (39, Indonesia)
Direktur / Chief Marketing Officer (CMO) 
4.    Dian Siswarini (41, Indonesia)
Direktur / Chief Technology, Content New Business Officer 
5.    Willem Lucas Timmermans (46, Belanda)
Direktur / Chief Operating Officer (COO)
6.    Ongki Kurniawan (39, Indonesia)
Direktur/Chief Service Management Officer
7.    Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin (41, Malaysia)
Direktur / Chief Financial Officer
1.5.2     Jajaran Dewan Komisaris
1.     Tan Sri Dato' Ir. Muhammad Radzi bin Haji Mansor
Presiden Komisaris (68, Malaysia)
2.     Dato' Sri Jamaluddin bin Ibrahim
Komisaris (50, Malaysia)
3.     Ahmad Abdulkarim Mohd. Zulfar
Komisaris (48, Uni Emirat Arab)
4.     Dr. Muhamad Chatib Basri
Komisaris (46, Indonesia)
5.     James Carl Grinwis Maclaurin
Komisaris (45, Inggris)
6.     Peter J. Chambers
Komisaris Independen (54, Australia)
7.     Dr. Ir. Giri Suseno Hadihardjono
Komisaris Independen (68, Indonesia)
8.     Elisa Lumbantoruan 
Komisaris Independen (49, Indonesia)
9.     Yasmin Stamboel Wirjawan
Komisaris Independen (43, Indonesia)

1.6    Struktur Organisasi















1.7    Daftar XL Center, Alamat Kantor Pusat dan Anak Perusahaan
1.7.1   Daftar XL Center
No.
XL Center Name
Alamat / Address
1
Diponegoro Medan
Jl. Diponegoro No 5, Medan
2
Banda Aceh
Jl. Tgk Daud Beureueh No 174 c-d, Kel. Banda Baru, Kec. Kuta Alam, Lampiret – Banda Aceh
3
Lhokseumawe
Jl. Samudera Baru No. 1 Lhokseumawe NAD
4
Plaza Millenium      
Plaza Millenium Lt 1 (sebelah McDonald),                     Jl . Kapt Muslim, Medan
5
Langsa
Jl. A. Yani, Blok B-88, Kota Langsa
6
Sudirman Binjai
Jl. Jend. Sudirman No 69. Binjai
7
Pematang Siantar (LO)
Jl. Sutomo No.5i Pematang Siantar 21117
8
Padang Sidempuan (LO)
Jl. Merdeka No. 56, Padang Sidempuan
9
Rantau Prapat (LO)
Jl. A. Yani No.102 B  Rantau Prapat
10
Bulian Mas Sellular (BMS)           
Jl. Sudirman No. 223, Tebing Tinggi
11
Tanjung Balai Asahan       
Jl. Imam Bonjol No.133, Kisaran – Sumut
12
Graha Pekanbaru   
Jl. Nangka Ujung Nomer 819 Pekan Baru, Riau
13
Ahmad Yani / Proklamasi Padang                     
Jl. Ahmad Yani No.31 Padang, Sumatera Barat
14
Dumai
Jl. Jendral sudirman no 312B, Kel Bintan,
Kec Dumai Timur, Dumai 28812
15
Bukittinggi
Jl. Jambu Air No.118 Bukittinggi 26181
16
Alahan Panjang
Jl. Imam Bonjol No.233 Alahan Panjang Solok
Sumbar
17
Pasir Pangrayan
Jl. Diponegoro No 107B Pasir Pangarayan,      
Rokan Hulu, Riau
18
RO Batam / Villa Rafflesia Batam
Jl. Engku Putri Komp. Permata Hijau No.12 A-B
19
Panbil Mall Batam
Panbil Mall Lt Dasar  Jl.A.Yani Muka Kuning KB.3
20
Bintan (LO)  
Jl. Raja Ali Haji No 53 Pamedan,Tanjung Pinang - Bintan
(Samping Pegadaian dan Bank Muamalat Tanjung Pinang)
21
Tanjung Balai Karimun
Jl. A.Yani No.29 - Kolong , Tanjung Balai Karimun
No.
XL Center Name
Alamat / Address
22
Kironggo Wirosentiko
JL. Angkatan 45 no 818 Palembang 30137
23
Sumatri Brojonegoro
Jl. MH. Thamrin No : 41 Mall Kapuk, Jambi
24
Muara Bungo          
Jl. M. Yamin No. 137 (Samping Bank Panin)    
Muaro Bungo 37212 , Jambi
25
Bangka         
Jl. Raya Koba Villa Bangka Asri Blok B No. 1-2
Bangka - Pangkal Pinang
26
Belitung
Jl. Jend.Sudirman No. 30 ,Depan showroom Toyota Istana Agung, Tanjung Pandan Belitung
27
Manggar
Jl. Jend Sudirman  no. 416  RT.31 RW.14 Desa baru Kec. Manggar - Belitung Timur
28
Graha Sudirman Lampung
Jl. Jend.Sudirman No.46 Enngal - Bandar Lampung
29
Metro Lampung                   
Jl. Jend.Sudirman No.43D Kota Metro
30
Baturaja        
Jl. Jend A Yani No 88 Kemalaraja Baturaja OKU Sumatera Selatan
31
Lubuk Linggau                    
Jl. Yos Sudarso No. 1-2, Lubuk Linggau
32
Kotabumi Lampung
Jl. Jendral Sudirman no 400 kotabumi.lampung utara
33
Bengkulu     
Jl. Jend.Sudirman No 57/I Pintu Batu Kodya Bengkulu













1.7.2   Alamat Kantor Pusat dan Anak Perusahaan
                        1.    Kantor Pusat                                                                                                                                                  PT XL Axiata Tbk.                                                                                                                                       grhaXL
                               Jl. Mega Kuningan Lot E4 - 7 No. 1  
                               Kawasan Mega Kuningan                                                                                          Jakarta 12950 - Indonesia
                               Tel (62 21) 576 1881                                                                            
                               Fax (62 21) 576 1880 Level 1,                       
                               Website: http://www.xl.co.id
                               XL Rame
                               @XL123
                        2.    Anak Perusahaan
                               Excelcomindo Finance Company BV
                               Prins Bernhadrplein 200
                               1097 JB Amsterdam    
                               The Netherlands
                               GSM One (L) Limited
                               Lot 7, Block F, Saguking Commercial
                               Building, Jalan Patau-Patau, 87000, Labuan
                               F.T. Malaysia
                               GSM Two (L) Limited
                               Level 1, Lot 7, Block F, Saguking Commercial                                                        Building, Jalan Patau-Patau, 87000, Labuan                                                         F.T. Malaysia
  


BAB II
ANALISA SWOT
2.1    Analisis Strategi Perusahaan
Dalam melakukan analisis laporan keuangan, analisis strategi perusahaan menjadi analisis awal yang digunakan untuk menilai kondisi ekonomis dari suatu perusahaan secara realita. Dengan analisis strategi, perusahaan dapat melihat sejauh mana tingkat internal dan eksternal perusahaan mampu memberikan kontribusi pada keberlangsungan bisnis perusahaan.
Untuk melihat tingkat kualitatif dari ekonomi PT XL Axiata Tbk yang didasarkan pada realitas bisnis, penulis melakukan analisis SWOT.
2.2  Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats)
Adapun analisis SWOT ini berdasarkan dari lingkungan internal dan eksternal perusahaan dengan tujuan melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman apa yang dimiliki oleh perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.
2.2.1     Analisis Lingkungan Internal

1.     Kekuatan (Strengths)
Kekuatan perusahaan merupakan salah satu faktor internal yang membantu perusahaan untuk dapat bersaing dengan kompetitor lainnya.
Kekuatan PT XL Axiata Tbk:
1.       XL menggunakan strategi bisnis low cost, high volume untuk menarik pelanggan lebih banyak sehingga akan meningkatkan pendapatan. Hal ini dilakukan dengan cara promosi tarif internet murah, kuota bonus , bonus sms ke semua operator dan sesama seharian, harga perdana murah. XL bermain pada persaingan harga, yaitu harga murah kualitas sama dengan kompetitornya
2.       Memiliki lebih dari 30.000 Base Transceiver Station (BTS) diseluruh Indonesia, tersebar melalui Sumatra termasuk Aceh, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua dengan cakupan populasi 90%.
3.       Jaringan XL menggunakan teknologi GSM 900/DCS 1800 dan IMT-2000/3G. XL juga memiliki beberapa lisensi, termasuk closed regular network (leased line), Internet Service Provider (ISP), Voice over Internet Protocol (VoIP), dan Internet Interconnection Services (NAP). XL bahkan telah memperoleh lisensi untuk e-Money (uang elektronik) dari Bank Indonesia, yang memungkinkan XL menyediakan layanan pengiriman uang.
4.       Menetapkan tiga tujuan utama yang dicapai yaitu cakupan wilayah yang lebih luas, kapasitas data yang lebih besar, dan kualitas layanan yang lebih baik.
5.       XL berhasil meraih 4 dari 7 penghargaan untuk kategori operator, yakni Best GSM Operator, Best Customer Growth, Best Value Added Service, serta Best BlackBerry Package dalam penghargaan Indonesia Cellular Award (ICA) yang diselenggarakan oleh Tabloid Sinyal pada bulan juni 2012.
6.      Meraih Brand Choice Award 2012 untuk kategori “Operator BlackBerry pilihan wanita” yang diselenggarakan oleh Majalah Kartini bekerjasama dengan Lembaga Riset Pemasaran Woman Insight Center (WIC).
7.      Pada 21 September 2006 PT XL Axiata meluncurkan layanan telekomunikasi selular berbasis 3G pertama yang tercepat dan terluas di Indonesia.
8.      XL menghadirkan layanan XL 3G Rood, yakni merupakan kemuktahiran dari layanan 3G yang sudah ada, sehingga layanan 3G lebih maksimal dan optimal.

2.     Kelemahan (Weakness)
                 Kelemahan perusahaan yang terdapat pada PT XL Axiata Tbk:
1.      PT XL Axiata Tbk. (tahun 1989) tidak setua dua kompetitor pendahulunya yakni PT Telkom Tbk (Persero) yang berdiri tahun 1856 dan PT Indosat Tbk yang berdiri tahun 1967 dalam hal kehadirannya tetapi XL memiliki kelebihan dibanding kedua kompetitornya tersebut yakni kecepatan akses internet dengan didukung area penyebaran menara pemancar sebesar 90% di seluruh Indonesia.
2.      Gangguan sinyal pada saat cuaca buruk merupakan  masalah bagi semua operator seluler. Hal ini karena teknologi merupakan buatan manusia yang tentu tidak lepas dari kelemahan seperti sinyal yang bermasalah saat cuaca buruk. Namun dengan kelemahan ini, perusahaan berupaya untuk dapat memperbaiki kinerja teknologi mereka.

2.2.2     Analisis Lingkungan Eksternal

1.     Peluang
                     Peluang yang terdapat pada PT XL Axiata Tbk:
1.      Menurut Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) yang menulis akses melalui www.teknojurnal.com menunjukkan bahwa jumlah pelanggan seluler di Indonesia per tahun 2011 telah mencapai lebih dari 240 juta pelanggan, naik 60 juta pelanggan dibanding tahun 2010. Hal ini berarti ada kenaikan sebesar 33% dari tahun 2010. Tingginya jumlah pelanggan seluler di Indonesia jelas menjadi peluang yang baik bagi perusahaan, sebab dengan melihat survei dari ATSI tersebut bisa diperkirakaan bahwa pengguna jasa telekomunikasi seluler semakin meningkat.
Peluang tersebut dimanfaatkan perusahaan dengan baik, terbukti dengan meningkatnya pendapatan usaha di tahun 2011 yakni sebesar Rp 18.921.070 juta atau naik sebesar Rp 1.284.175 juta dari tahun sebelumnya.
2.      Pengiriman uang secara cepat menjadi salah satu kebutuhan sehari-hari masyarakat sekarang ini. PT XL Axiata Tbk (XL) meluncurkan XL TunaiPengiriman Uang Domestik, sebuah fitur baru aplikasi layanan virtual XL Tunai yang memudahkan pelanggan untuk dapat mengirimkan uang dengan mudah melalui ponsel.


2.     Ancaman
            Ancaman yang dihadapi oleh PT XL Axiata Tbk:
1.      Perusahaan telekomunikasi merupakan perusahaan yang memerlukan modal besar baik berupa modal awal, aset lancar seperti kas dan setara kas, aset tetap seperti perlengkapan, maupun tenaga kerja. Oleh karena itu peluang akan ancaman dari kompetitor baru terbilang kecil, selain itu jangka waktu berdirinya perusahaan  telekomunikasi di Indonesia terbilang panjang yakni di atas sepuluh tahun.
2.          Promosi yang dilakukan oleh perusahaan kompetitor  merupakan ancaman yang perlu diperhatikan. Ketertarikan konsumen terhadap produk dari kompetitor lain memungkinkan beralihnya konsumen perusahaan ke produk lain. Hal ini perlu diantisipasi perusahaan untuk menjaga kesetiaan konsumen pada produk perusahaan. Sebagai contoh saat ini Indosat dan Tekomsel tengah melakukan promosi untuk paket blackberry Rp 90.000 untuk tiga bulan. Promosi tersebut dapat menjadi ancaman bagi perusahaan, itu sebabnya perusahaan harus memanfaatkan ancaman dari promosi ini sebagai peluang dengan mengeluarkan promosi yang tidak kalah menarik dengan kompetitor lainnya.

2.3  MATRIKS SWOT
Berdasarkan faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki perusahaan, dapat dibuat Matriks SWOT untuk mengembangkan strategi bisnis perusahaan:

Strategi SO
 (Strengths-Opportunity)
1.  Melakukan promosi secara continue baik di Pulau Jawa maupun di luar wilayah Pulau Jawa untuk meningkatkan jumlah pelanggan perusahaan.

2.  Meningkatkan kerjasama dengan media cetak maupun elektronik untuk lebih memperkenalkan program XL-Tunai.
Strategi WO
 (Weakness-Opportunity)
1.    Mengurangi beban operasional pemeliharaan infrastruktur jaringan dengan menjual menara BTS.


2.    Memperkerjakan karyawan yang kompeten (ahli) dalam menyelesaikan masalah pada menara sehingga kualitas jaringan tetap stabil.
Strategi ST
 (Strengths-Threats)
1.  Dalam merespon promosi yang dilakukan pihak kompetitor melalui media elektronik, ada baiknya perusahaan mengalihkan bentuk promosi yang tadinya saling menjatuhkan dengan “perang tarif”, diganti dengan lebih menonjolkan sisi sosial dari perusahaan.
2.  Mempertahankan pelanggan lama dengan memberikan feed back atas loyalitas mereka misalnya dengan memberikan gratis RBT selama 1 minggu.
Strategi WT
(Weakness-Threats)
1.    Mengontrol biaya-biaya yang berhubungan dengan operasional sehingga laba yang dihasilkan dapat maksimal.





2.    Mengontrol harga jual terhadap distributor sehingga harga yang sampai ke tangan konsumen dapat bersaing dengan kompetitor.







BAB III
ANALISA RASIO KEUANGAN
3.1  Rasio Keuangan
Menurut Sofyan Syafri Harahap dalam buku yang berjudul Analisa Kritis atas Laporan Keuangan (2009 : 297),
“Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti).”
Dan menurut S. Munawir dalam buku yang berjudul Analisa Laporan Keuangan (2007 : 37),
“Analisa rasio adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan rugi laba secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.”
3.2  Perhitungan Rasio Keuangan pada PT XL Axiata Tbk tahun 2011
        3.2.1 Rasio Likuiditas
                                                              Aktiva Lancar
                 1. Current Ratio                     =    
                                                                               Hutang Lancar
                                                                              3.387.238
                          Current Ratio                     =          
                                                                              8.728.212
                          Current Ratio                     =     0,388 X               
                                                                               Aktiva Lancar Persediaan
                     2.  Quick Ratio                        =    
                                                                      Hutang Lancar
                                                                              3.320.642
                     Quick Ratio                        =
                                                                              8.728.212

                          Quick Ratio                        =     0,38 X
                                                                                  
                    



                                                                                   Cash  
                     3.  Cash Ratio                          =         
                                                              Hutang Lancar
                                                                                998.113
                          Cash Ratio                         =    
                                                               8.728.212
                          Cash Ratio                         =     0,114 X
        3.2.2 Rasio Leverage
                                                              Total Hutang
1.  Debt Ratio                          =    
                                                              Total Aktiva
                                                                              17.478.142
                          Debt Ratio                          =    
                                                              31.170.654
                          Debt Ratio                          =     56,07 %
                                                                              Total Hutang                  
                     2.  Debt Equity Ratio              =          
                                                                                 Ekuitas
                                                                              17.478.142                     
                          Debt Equity Ratio              =    
                                                                              13.692.512
                          Debt Equity Ratio              =     127,6 %
        3.2.3 Rasio Aktivitas
                                                              Penjualan
1.  Rasio Perputaran             =    
                                                  Persediaan                Persediaan
                                                                    18.921.070                                              
Rasio Perputaran             =    
                                                  Persediaan                   66.595
Rasio Perputaran             =     284,1 X
                                                  Persediaan
                                                                                    Penjualan                
2.  Rasio Perputaran             =    
     Aktiva tetap                               Aktiva tetap bersih
                                                              18.921.070
                          Rasio Perputaran             =    
     Aktiva tetap                                     27.783.417   
                          Rasio Perputaran             =     0,681 X
     Aktiva tetap

                                                    Penjualan         
3.  Rasio perputaran              =    
     total aktiva                                 Total aktiva
                                                         18.921.070
Rasio perputaran              =    
     total aktiva                                 31.170.654
    
Rasio perputaran              =     0,607 X
     total aktiva
        3.2.4 Rasio Profitabilitas
                                                              Gross Profit
1.  Margin laba kotor              =                      
      Sales
  18.712.778
                          Margin laba kotor              =    
                                                                              18.921.070
                          Margin laba kotor              =     98,90 %
                                                       EAT
2.  Margin laba bersih            =
                                                                                 Sales
                                                                               2.830.101
                          Margin laba bersih            =
                                                                              18.921.070
                         
                     Margin laba bersih            =     14,96 %
                                                        EAT
3.  ROA                                    =    
                                                              Total Asset
                                                                              2.830.101
                          ROA                                    =
                                                         31.170.654         
     ROA                                    =     9,08 %
                                                                EAT
4.  ROE                                    =    
                                                         Total Equity
                                                          2.830.101
     ROE                                    =    
                                                         13.692.512
     ROE                                    =     20,67 %


                                                        EAT                
5.  ROI                                      =    
                                                   Total Investasi
                                                   2.830.101
                          ROI                                      =    
                                                                              6.683.125
                          ROI                                      =     42,35 %
        3.2.5  Rasio Pertumbuhan
                                                                                         EAT
1.  EPS                                     =    
                                                   Saham yang beredar
                                                   2.830.101
                          EPS                                     =
                                                                               851.857
                          EPS                                     =     3,32 rupiah
                                                                                         Deviden
2.  DPS                                     =
                                                                              Saham yang beredar
                                                                             
                                                   911.487
DPS                                   =
                                                   851.857   
DPS                                   =     1,07 rupiah
                                                   Price
3.  PE ratio                               =
                                                   EPS
                                                                              281
                          PE ratio                               =
                                                                              3,32
                          PE ratio                               =     84,58 X
        3.2.6   Rasio Lainnya
                   Net Working Capital           =     Current Assets – Current Liabilities
                        Net Working Capital           =     3.387.238   -  8.728.212
                        Net Working Capital           =     (5.340.974)
Dari hasil perhitungan tersebut dapat dikatakan bahwa kondisi perusahaan tidak sehat karena hasil NWC negatif.
                                                                      



3.3  Proyeksi di Tahun 2013
Belum lama ini Lembaga konsultan Frost & Sullivan memperkirakan pertumbuhan industri telekomunikasi Indonesia. Tahun ini diperkirakan nilai pasar dari industri selular terjadi pertumbuhan sekitar 10,8 % atau mencapai Rp 149,7 triliun. Sedangkan pada tahun 2012 diperkirakan pendapatan dari industry selluler Indonesia mencapai 134,5 triliun atau naik 16,6 % dibandingkan 2011 sebesar  Rp 113,1 triliun.
Merespon peluang tersebut, PT XL Axiata Tbk terus berbenah diri untuk menjadi yang terdepan menguasai pasar. Salah satu yang dilakukan perseroan adalah:
1.    Memperluas jaringan di pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan internasional dan Singapura. Tahun 2013, diharapkan tumbuh lebih dari 100% khususnya bagi layanan tradisional telekomunikasi baik voice dan pesan pendek (sms),”katanya.
2.    Meluncurkan Program Hot Road 3G  plus, khusus android dengan harga kartu Rp 5000, gratis internetan selama 6 bulan.
3.    XL akan fokus untuk melaksanakan edukasi penggunaan layanan data tahun ini, terutama untuk layanan 4G atau Long Term Evolution (LTE). 
  



BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan analisis-analisis yang dilakukan oleh penulis atas laporan keuangan PT XL Axiata Tbk, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
          4.1.1   Analisis Strategi Perusahaan
Dalam melaksanakan strategi bisnis perusahaan, terlihat perusahaan melakukan strategi low cost, high volume yang berarti perusahaan berfokus untuk meningkatkan jumlah pelanggan mereka dengan menarik minat pelanggan-pelanggan baru melalui penawaran tarif yang murah. Dengan meningkatnya jumlah pelanggan akan diseimbangi dengan meningkatnya pendapatan dan terus mematangkan program layanan 3G nya. Terbukti strategi ini mampu menaikkan jumlah pelanggan dilihat dari naiknya jumlah pendapatan dari tahun 2010 sampai dengan 2011.
                     4.1.2 Analisis Keuangan
                               1.  Analisis Horizontal
          Perbandingan laporan keuangan PT XL Axiata pada total asset mengalami kenaikan dari tahun  2010  ke  2011, juga terjadi perubahan pada liabilitas yang turun di 2010 namun naik di  2011. Untuk pendapatan terjadi kenaikan, sementara beban di tahun 2011  mengalami perubahan kenaikan yang menyebabkan laba bersih ikut mengalami perubahan.
                     2.  Analisis Vertikal
Jumlah aset tidak lancar masih mendominasi (lebih besar) dibanding aset lancar, perbedaan ini pun terlihat sangat jauh dimana aset tidak lancar mendominasi lebih dari  89%. Total  liabilitas  masih  lebih  besar  dibanding  total  ekuitas  perusahaan,  hal  ini menunjukkan bahwa perusahaan masih mengandalkan hutang dalam pendanaannya..  Dan terjadi  perubahan  dalam  laporan  laba  rugi, tetapi perusahaan masih dapat menghasilkan laba bersih diatas 10% dari jumlah pendapatan setiap tahunnya.
                     3. Analisis Rasio
a. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas perusahaan dapat dikatakan masih kecil, karena jumlah hutang lancar lebih besar daripada aktiva lancar dan kas perusahaan
b. Rasio Leverage
Hasil perhitungan rasio leverage menunjukkan  bahwa  perusahaan  lebih  bergantung  kepada  hutang  untuk mendanai operasionalnya dibanding dengan meningkatan modal. Terlihat dari jumlah hutang yang lebih banyak daripada jumlah modal yang ada.
  c. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas perusahaan lebih baik hal ditunjukan oleh efektifitas  operasional  perusahaan  dalam  menghasilkan  laba yang masih baik.
d. Net Working Capital
    Dari perhitungan net working capital dapat disimpulkan bahwa kondisi perusahaan pada tahun 2011 tidak sehat karena jumlah hutang lancar lebih besar daripada harta lancar.
4.2. Saran
        Berdasarkan kesimpulan diatas, maka saran yang dapat penulis sampaikan adalah :
1.      Mempertahankan strategi bisnis low cost, high volume. Strategi ini terbukti berhasil menaikkan jumlah pelanggan,  sehingga  diharapkan  pula dengan pertambahan pendapatan.  Strategi  ini  dapat  dilakukan  dengan  menawarkan  promosi-promosi  seperti  tarif  internet  yang  lebih  murah  dibanding  perusahaan-perusahaan sejenis atau promosi gratis bicara 1 jam setiap pengisian pulsa minimal Rp 10.000.  Fokus pada promo “XL rumahnya android” disaat provider lain sedang gencar promosi untuk paket Blackberry.
              2.      Penurunan beban operasional perlu dilakukan. Rencana perusahaan untuk melepas 8.000  menara  BTS-nya  tampaknya  akan  mampu  menekan  beban  operasional. Diharapkan dengan menurunnya beban operasional akan memberi kontribusi atas kenaikan laba.
3.      Meningkatkan  kualitas  jaringan  demi  mempertahankan  dan  meningkatkan  jumlah pelanggan. Dalam menjual menara BTS-nya, perusahaan harus mempertimbangkan kompeten dari perusahaan pembeli dan tidak hanya sebatas mana yang paling besar kemampuannya  dalam  membeli.  Hal  ini  dimaksudkan  agar  apabila  perusahaan menyewa  menara  itu  kembali  untuk  operasional  perusahaan  maka  kualitas  dari jaringan haruslah baik karena telah dikelola oleh perusahaan yang kompeten.
              4.      Meningkatkan aset lancar agar likuiditas perusahaan dapat naik .
                        5.      Perusahaan harus meningkatkan ekuitas mereka dengan menerbitkan jumlah saham, dengan demikian akan memperbaiki rasio leverage sehingga liabilitas akan berkurang  dan  operasional  perusahaan  akan  dijalankan  dengan  asset  dan modal yang dimiliki oleh perusahaan.
              6.      Rasio profitabilitas perusahaan perlu dipertahankan dan ditingkatkan, hal ini dapat dilakukan dengan menekan biaya yang timbul pada akun beban di laporan laba rugi misalnya dengan menekan biaya pada beban pemeliharaan jaringan.
              7.      Bagi calon investor, berinvestasi pada PT XL Axiata Tbk cukup menjanjikankarena berdasarkan analisis proyeksi laba rugi dari tahun  2012 hingga  2016 laba bersih perusahaan diprediksi akan mengalami kenaikan setiap tahunnya


BAB V
REFERENSI
Referensi data dan bahan bacaan pembuatan makalah ini penulis dapatkan dari :
  1. Munawir, S., Analisa Laporan Keuangan, Liberty Yogyakarta,  Yogyakarta, 2007.
  2. Harahap, Syafri Sofyan, Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, PT.   Raja Grafindo Persada, 2009.
  3. http://www.xl.co.id/about-us/XLataGlance/History
  4. http://www.xl.co.id/about-us/XLataGlance/GoodCorporateGovernance
  5. http://www.xl.co.id/about-us/XLataGlance/BoardofCommisioner
  6. http://www.slideshare.net/adenthoriq/pt-xl-axiata
  7. http://www.xl.co.id/about-us/Management/OrganizationStructure
  8. http://www.neraca.co.id/harian/article/26031/Bidik.Pelanggan.Lintas.Negeri.XL.Integrasikan.BTS#.UWV5WBvTtaM
  9. http://old.indonesiafinancetoday.com/read/38461/XL-Siapkan-Edukai-Layanan-Data-untuk-4G
  10. ARXL2011_(web_version)_latest
  11. Modul kuliah bab II, hal; 8 dan BAB VI;26
 

Komentar