DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR
JUDUL
DAFTAR ISI ......................................................... ...............................................................................i
DAFTAR ISI ......................................................... ...............................................................................i
BAB I LATAR BELAKANG
1.1 Sejarah
XL ............................................................................................................... 1
1.2 Visi
dan Misi Perusahaan .................................................................................... 2
1.3 Tujuan
dan Manfaat Penulisan .......................................................................... 2
1.4 “ITS XL” .................................................................................................................... 2
1.5 Susunan Direksi dan Komisaris ......................................................................... 3
1.6 Struktur Organisasi................................................................................................. 5
1.7 Daftar XL Center,
Alamat Kantor Pusat dan Anak Perusahaan ................... 6
BAB II ANALISA SWOT
2.1 Analisis Strategi Perusahaan .............................................................................. 9
2.2 Analisis SWOT (Strengths, Weakness,
Opportunities, Threats...................... 9
2.3 MATRIKS
SWOT
.................................................................................................. 13
BAB III ANALISA RASIO KEUANGAN
3.1 Rasio Keuangan................................................................................................... 14
3.2 Perhitungan Rasio Keuangan pada PT XL
Axiata Tbk tahun 2011........... 14
3.3 Proyeksi
di Tahun 2013....................................................................................... 18
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan............................................................................................................ 19
4.2 Saran................................................................................................................... ...20
BAB V REFERENSI
Referensi
........................................................................................................................ 22
LAMPIRAN
NERACA
PT XL AXIATA Tbk
LAPORAN
LABA RUGI PT XL AXIATA Tbk
LAPORAN
PERUBAHAN EKUITAS PT XL AXIATA Tbk
LAPORAN
ARUS KAS
BAB I
LATAR BELAKANG
1.1 Sejarah XL
PT
XL Axiata Tbk. ( XL ) didirikan pada tanggal 8 Oktober 1989 dengan nama PT Grahametropolitan
Lestari, bergerak di bidang perdagangan dan jasa umum.
Enam
tahun kemudian, XL mengambil suatu langkah penting seiring dengan kerja sama
antara Rajawali Group – pemegang saham PT Grahametropolitan Lestari – dan tiga
investor asing (NYNEX, AIF, dan Mitsui). Nama XL kemudian berubah menjadi PT
Excelcomindo Pratama dengan bisnis utama di bidang penyediaan layanan telepon
dasar.
Pada
tanggal 6 Oktober 1996, XL mulai beroperasi secara komersial dengan fokus
cakupan area di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Hal ini menjadikan XL sebagai
perusahaan tertutup pertama di Indonesia yang menyediakan jasa telepon dasar
bergerak seluler.
Bulan
September 2005 merupakan suatu tonggak penting untuk XL. Dengan mengembangkan
seluruh aspek bisnisnya, XL menjadi perusahaan publik dan tercatat di Bursa
Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia). Kepemilikan saham XL saat ini
mayoritas dipegang oleh Axiata Group Berhad (Axiata) melalui Axiata Investments
(Indonesia) Sdn Bhd (66,6%) dan Emirates Telecommunications Corporation
(Etisalat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd. (13,3%).
XL
pada saat ini merupakan penyedia layanan telekomunikasi seluler dengan cakupan
jaringan yang luas di seluruh wilayah Indonesia bagi pelanggan ritel dan
menyediakan solusi bisnis bagi pelanggan korporat. Layanan XL mencakup antara
lain layanan suara, data dan layanan nilai tambah lainnya (value added
services). Untuk mendukung layanan tersebut, XL beroperasi dengan teknologi GSM
900/DCS 1800 serta teknologi jaringan bergerak seluler sistem IMT-2000/3G. XL
juga telah memperoleh Ijin Penyelenggaraan Jaringan Tetap Tertutup, Ijin
Penyelenggaraan Jasa Akses Internet (Internet Services Provider/ISP), Ijin
Penyelenggaraan Jasa Internet Telepon untuk Keperluan Publik (Voice over
Internet Protocol/VoIP), dan Ijin Penyelenggaraan Jasa Interkoneksi Internet
(“NAP”).
1.2 Visi dan
Misi Perusahaan
1.2.1 Visi
Menyediakan jasa telekomunikasi
terbaik dan tercepat di Indonesia dan dapat memuaskan pelanggan, pemegang saham
dan karyawan.
1.2.2 Misi
1. Menghasilkan
layanan jasa yang bermutu dan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
2. Meningkatkan pangsa pasar XL melalui
strategi pemasaran yang efektif dan didukung dengan system manajemen yang baik.
1.3
Bidang
Usaha
Pada tahun 1989, XL bergerak
di bidang perdagangan dan jasa umum. Enam
tahun kemudian bidang usaha XL berubah
menjadi bisnis utama di bidang penyediaan layanan telepon dasar. Pada tahun 2007, XL telah
berkembang dari perusahaan kecil yang menjual layanan dasar telepon menjadi salah
satu perusahaan telekomunikasi terbesar di tanah air, dengan
infrastruktur jaringan dan layanan yang sangat luas di seluruh tanah air. XL menyediakan
layanan untuk pelanggan ritel dan menawarkan solusi bisnis kepada pelanggan
perusahaan.
1.4 “ITS XL”
Tiga nilai utama XL yang disingkat sebagai “ITS XL” terdiri dari :
1.4.1 Integritas
Dapat dipercaya dan selalu mematuhi
etika profesi dan bisnis. Segenap jajaran Pimpinan dan Karyawan XL harus:
1. Jujur dalam
berbicara dan bertindak
2. Konsisten antara
pikiran, perkataan dan perbuatan
3. Adil dalam
memperlakukan pihak lain
4. Berdedikasi
terhadap perusahaan
5. Dapat dipercaya
dalam mengemban amanat maupun menjalankan tugas
1.4.2 Kerjasama
Saling
mendukung dan secara aktif terlibat dalam mencapai tujuan bersama.
Tidak semua pekerjaan dapat dilakukan secara individual.
Kerjasama
memungkinkan kita mencapai tujuan yang lebih tinggi. Agar kerjasama dapat berlangsung efektif, karyawan XL
harus:
1. Berpikiran
positif dan terbuka terhadap masukan orang lain
2. Menghargai
perbedaan
3. Peduli terhadap
pihak lain
4. Komunikatif
dalam membangun pengertian yang sama
5. Berbagi pengetahuan
dan ketrampilan
6. Berfokus kepada
tujuan bersama
1.4.3 Pelayanan Prima
Sepenuh hati memberikan solusi terbaik untuk memenuhi harapan
pelanggan. Pelanggan dalam hal ini tidak hanya pelanggan eksternal yang berada
di luar perusahaan,namun termasuk juga pelanggan internal
yang mencakup rekan kerja, atasan atau bawahan, dan unit kerja lain di dalam
perusahaan. Dalam usaha memberikan layanan unggul, perilaku karyawan XL harus
mencerminkan perilaku inti sebagai berikut:
1. Fokus pada
pelanggan dalam setiap pengambilan keputusan dan tindakan
2. Berorientasi
pada solusi terbaik
3. Efisien dan efektif dalam
menghasilkan solusi
4. Sepenuh hati dalam menjalankan tugas
5. Berorientasi pada kualitas atas
produk dan layanan yang diberikan
6. Proaktif
7. Inovatif dan
Kreatif dalam memberikan solusi
1.5 Susunan Direksi dan Komisaris
1.5.1 Jajaran Direksi
1.
Hasnul Suhaimi (53, Indonesia)
Presiden Direktur / Chief Executive Officer (CEO)
Presiden Direktur / Chief Executive Officer (CEO)
2. P. Nicanor V. Santiago III (45,
Filipina)
Direktur / Chief Commercial Officer (CCO)
Direktur / Chief Commercial Officer (CCO)
3.
Joy Wahjudi (39, Indonesia)
Direktur / Chief Marketing Officer (CMO)
Direktur / Chief Marketing Officer (CMO)
4. Dian Siswarini (41, Indonesia)
Direktur / Chief Technology, Content New Business Officer
Direktur / Chief Technology, Content New Business Officer
5. Willem Lucas Timmermans (46,
Belanda)
Direktur / Chief Operating Officer (COO)
Direktur / Chief Operating Officer (COO)
6. Ongki Kurniawan (39, Indonesia)
Direktur/Chief Service Management Officer
Direktur/Chief Service Management Officer
7. Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin
(41, Malaysia)
Direktur / Chief Financial Officer
Direktur / Chief Financial Officer
1.5.2
Jajaran
Dewan Komisaris
1.
Tan
Sri Dato' Ir. Muhammad Radzi bin Haji Mansor
Presiden Komisaris (68, Malaysia)
Presiden Komisaris (68, Malaysia)
2.
Dato'
Sri Jamaluddin bin Ibrahim
Komisaris (50, Malaysia)
Komisaris (50, Malaysia)
3.
Ahmad
Abdulkarim Mohd. Zulfar
Komisaris (48, Uni Emirat Arab)
Komisaris (48, Uni Emirat Arab)
4.
Dr.
Muhamad Chatib Basri
Komisaris (46, Indonesia)
Komisaris (46, Indonesia)
5.
James
Carl Grinwis Maclaurin
Komisaris (45, Inggris)
Komisaris (45, Inggris)
6.
Peter
J. Chambers
Komisaris Independen (54, Australia)
Komisaris Independen (54, Australia)
7.
Dr.
Ir. Giri Suseno Hadihardjono
Komisaris Independen (68, Indonesia)
Komisaris Independen (68, Indonesia)
8.
Elisa
Lumbantoruan
Komisaris Independen (49, Indonesia)
Komisaris Independen (49, Indonesia)
9. Yasmin Stamboel Wirjawan
Komisaris Independen (43, Indonesia)
Komisaris Independen (43, Indonesia)
1.6 Struktur Organisasi
1.7
Daftar XL
Center, Alamat Kantor Pusat dan Anak Perusahaan
1.7.1 Daftar XL Center
|
No.
|
XL Center Name
|
Alamat / Address
|
|
1
|
Diponegoro Medan
|
Jl. Diponegoro No
5, Medan
|
|
2
|
Banda Aceh
|
Jl. Tgk Daud Beureueh No 174 c-d, Kel. Banda Baru, Kec. Kuta Alam,
Lampiret – Banda Aceh
|
|
3
|
Lhokseumawe
|
Jl. Samudera Baru No. 1 Lhokseumawe NAD
|
|
4
|
Plaza Millenium
|
Plaza Millenium Lt 1 (sebelah
McDonald), Jl .
Kapt Muslim, Medan
|
|
5
|
Langsa
|
Jl. A. Yani, Blok B-88, Kota Langsa
|
|
6
|
Sudirman Binjai
|
Jl. Jend. Sudirman No 69. Binjai
|
|
7
|
Pematang Siantar (LO)
|
Jl. Sutomo No.5i Pematang Siantar 21117
|
|
8
|
Padang Sidempuan (LO)
|
Jl. Merdeka No. 56, Padang Sidempuan
|
|
9
|
Rantau Prapat
(LO)
|
Jl. A. Yani No.102 B Rantau Prapat
|
|
10
|
Bulian Mas
Sellular (BMS)
|
Jl. Sudirman No. 223, Tebing Tinggi
|
|
11
|
Tanjung Balai
Asahan
|
Jl. Imam Bonjol No.133, Kisaran – Sumut
|
|
12
|
Graha Pekanbaru
|
Jl. Nangka Ujung Nomer 819 Pekan Baru,
Riau
|
|
13
|
Ahmad Yani / Proklamasi Padang
|
Jl. Ahmad Yani No.31 Padang, Sumatera
Barat
|
|
14
|
Dumai
|
Jl. Jendral sudirman no 312B, Kel Bintan,
Kec Dumai Timur, Dumai 28812
|
|
15
|
Bukittinggi
|
Jl. Jambu Air No.118 Bukittinggi 26181
|
|
16
|
Alahan Panjang
|
Jl. Imam Bonjol No.233 Alahan Panjang Solok
Sumbar
|
|
17
|
Pasir Pangrayan
|
Jl. Diponegoro No 107B Pasir Pangarayan,
Rokan Hulu, Riau
|
|
18
|
RO Batam / Villa Rafflesia Batam
|
Jl. Engku Putri Komp. Permata Hijau
No.12 A-B
|
|
19
|
Panbil Mall
Batam
|
Panbil Mall Lt Dasar Jl.A.Yani Muka Kuning KB.3
|
|
20
|
Bintan (LO)
|
Jl. Raja Ali Haji No 53 Pamedan,Tanjung Pinang - Bintan
(Samping Pegadaian dan Bank Muamalat Tanjung Pinang)
|
|
21
|
Tanjung Balai
Karimun
|
Jl. A.Yani No.29 - Kolong , Tanjung
Balai Karimun
|
|
No.
|
XL Center Name
|
Alamat / Address
|
|
22
|
Kironggo Wirosentiko
|
JL. Angkatan 45 no 818 Palembang 30137
|
|
23
|
Sumatri Brojonegoro
|
Jl. MH. Thamrin No : 41 Mall Kapuk,
Jambi
|
|
24
|
Muara Bungo
|
Jl. M. Yamin No. 137 (Samping Bank Panin)
Muaro Bungo 37212
, Jambi
|
|
25
|
Bangka
|
Jl. Raya Koba Villa Bangka Asri Blok B No. 1-2
Bangka - Pangkal
Pinang
|
|
26
|
Belitung
|
Jl. Jend.Sudirman No. 30 ,Depan
showroom Toyota Istana Agung, Tanjung Pandan Belitung
|
|
27
|
Manggar
|
Jl. Jend Sudirman no. 416
RT.31 RW.14 Desa baru Kec. Manggar - Belitung Timur
|
|
28
|
Graha Sudirman
Lampung
|
Jl. Jend.Sudirman No.46 Enngal - Bandar
Lampung
|
|
29
|
Metro Lampung
|
Jl. Jend.Sudirman No.43D Kota Metro
|
|
30
|
Baturaja
|
Jl. Jend A Yani No
88 Kemalaraja Baturaja OKU Sumatera Selatan
|
|
31
|
Lubuk Linggau
|
Jl. Yos Sudarso No. 1-2, Lubuk Linggau
|
|
32
|
Kotabumi Lampung
|
Jl. Jendral
Sudirman no 400 kotabumi.lampung utara
|
|
33
|
Bengkulu
|
Jl. Jend.Sudirman No 57/I Pintu Batu
Kodya Bengkulu
|
1.7.2 Alamat Kantor Pusat dan Anak
Perusahaan
1. Kantor Pusat PT XL Axiata Tbk. grhaXL
Jl. Mega Kuningan Lot E4 - 7 No. 1
Kawasan Mega
Kuningan Jakarta
12950 - Indonesia
Tel (62 21) 576
1881
Fax (62 21) 576
1880
Level 1,
Website: http://www.xl.co.id
XL Rame
@XL123
2. Anak Perusahaan
Excelcomindo Finance Company BV
Prins Bernhadrplein
200
1097 JB Amsterdam
The Netherlands
GSM One (L) Limited
Lot 7, Block F,
Saguking Commercial
Building, Jalan
Patau-Patau, 87000, Labuan
F.T. Malaysia
GSM Two (L) Limited
Level 1, Lot 7, Block F, Saguking Commercial Building,
Jalan Patau-Patau, 87000, Labuan F.T.
Malaysia
BAB II
ANALISA SWOT
2.1
Analisis
Strategi Perusahaan
Dalam
melakukan analisis laporan keuangan, analisis strategi perusahaan menjadi
analisis awal yang digunakan untuk menilai kondisi ekonomis dari suatu
perusahaan secara realita. Dengan analisis strategi, perusahaan dapat melihat
sejauh mana tingkat internal dan eksternal perusahaan mampu memberikan
kontribusi pada keberlangsungan bisnis perusahaan.
Untuk
melihat tingkat kualitatif dari ekonomi PT XL Axiata Tbk yang didasarkan pada
realitas bisnis, penulis melakukan analisis SWOT.
2.2 Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats)
Adapun
analisis SWOT ini berdasarkan dari lingkungan internal dan eksternal perusahaan dengan tujuan
melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman apa yang dimiliki oleh
perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.
2.2.1
Analisis
Lingkungan Internal
1.
Kekuatan
(Strengths)
Kekuatan perusahaan
merupakan salah satu faktor internal yang membantu perusahaan untuk dapat
bersaing dengan kompetitor lainnya.
Kekuatan
PT XL Axiata Tbk:
1. XL
menggunakan strategi bisnis low cost, high volume untuk menarik pelanggan lebih banyak sehingga akan
meningkatkan pendapatan. Hal ini dilakukan dengan cara promosi tarif internet
murah, kuota bonus , bonus sms ke semua operator dan sesama seharian, harga perdana
murah. XL bermain pada persaingan harga, yaitu harga murah kualitas sama dengan
kompetitornya
2. Memiliki lebih dari 30.000 Base Transceiver
Station (BTS) diseluruh Indonesia, tersebar melalui Sumatra termasuk Aceh, Jawa,
Bali, Lombok, Sumbawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua dengan cakupan populasi
90%.
3. Jaringan XL
menggunakan teknologi GSM 900/DCS 1800 dan IMT-2000/3G. XL juga memiliki beberapa lisensi, termasuk
closed regular network (leased line), Internet
Service Provider (ISP), Voice over Internet Protocol (VoIP), dan Internet Interconnection
Services (NAP). XL bahkan telah
memperoleh lisensi untuk e-Money
(uang elektronik) dari Bank Indonesia, yang memungkinkan XL menyediakan layanan pengiriman uang.
4. Menetapkan tiga tujuan utama yang dicapai
yaitu cakupan wilayah yang lebih luas, kapasitas data yang lebih besar, dan
kualitas layanan yang lebih baik.
5. XL
berhasil meraih 4 dari 7 penghargaan untuk kategori operator, yakni Best GSM Operator, Best Customer Growth,
Best Value Added Service, serta Best
BlackBerry Package dalam penghargaan Indonesia Cellular Award (ICA)
yang diselenggarakan oleh Tabloid Sinyal pada bulan juni 2012.
6. Meraih Brand Choice Award 2012
untuk kategori “Operator BlackBerry pilihan wanita” yang diselenggarakan oleh
Majalah Kartini bekerjasama dengan Lembaga Riset Pemasaran Woman Insight Center (WIC).
7. Pada 21 September 2006 PT XL Axiata
meluncurkan layanan telekomunikasi selular berbasis 3G pertama yang tercepat
dan terluas di Indonesia.
8. XL menghadirkan layanan XL 3G Rood, yakni
merupakan kemuktahiran dari layanan 3G yang sudah ada, sehingga layanan 3G
lebih maksimal dan optimal.
2.
Kelemahan
(Weakness)
Kelemahan
perusahaan yang terdapat pada PT XL Axiata Tbk:
1. PT XL Axiata Tbk. (tahun 1989) tidak setua dua
kompetitor pendahulunya yakni PT Telkom Tbk (Persero) yang berdiri tahun 1856
dan PT Indosat Tbk yang berdiri tahun 1967 dalam hal kehadirannya tetapi XL
memiliki kelebihan dibanding kedua kompetitornya tersebut yakni kecepatan akses
internet dengan didukung area penyebaran menara pemancar sebesar 90% di seluruh
Indonesia.
2. Gangguan sinyal pada saat cuaca buruk merupakan masalah
bagi semua operator seluler. Hal ini karena teknologi merupakan buatan manusia
yang tentu tidak lepas dari
kelemahan seperti sinyal yang bermasalah saat cuaca buruk. Namun dengan
kelemahan ini, perusahaan berupaya untuk dapat memperbaiki kinerja teknologi
mereka.
2.2.2
Analisis
Lingkungan Eksternal
1.
Peluang
Peluang
yang terdapat pada PT XL Axiata Tbk:
1.
Menurut Asosiasi
Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) yang menulis akses melalui www.teknojurnal.com
menunjukkan bahwa jumlah pelanggan seluler di Indonesia per tahun 2011
telah mencapai lebih dari 240 juta pelanggan, naik 60 juta pelanggan dibanding
tahun 2010. Hal ini berarti ada kenaikan sebesar 33% dari tahun 2010. Tingginya
jumlah pelanggan seluler di Indonesia jelas menjadi peluang yang baik bagi
perusahaan, sebab dengan melihat survei dari ATSI tersebut bisa diperkirakaan
bahwa pengguna jasa telekomunikasi seluler semakin meningkat.
Peluang
tersebut dimanfaatkan perusahaan dengan baik, terbukti dengan meningkatnya
pendapatan usaha di tahun 2011 yakni sebesar Rp 18.921.070 juta atau naik
sebesar Rp 1.284.175 juta dari tahun sebelumnya.
2. Pengiriman uang secara cepat menjadi salah
satu kebutuhan sehari-hari masyarakat sekarang ini. PT XL Axiata Tbk (XL) meluncurkan XL Tunai – Pengiriman Uang Domestik, sebuah fitur baru aplikasi
layanan virtual XL Tunai yang
memudahkan pelanggan untuk dapat mengirimkan uang dengan mudah melalui ponsel.
2.
Ancaman
Ancaman yang dihadapi oleh PT XL
Axiata Tbk:
1. Perusahaan telekomunikasi merupakan perusahaan
yang memerlukan modal besar baik berupa modal awal, aset lancar seperti kas dan
setara kas, aset tetap seperti perlengkapan, maupun tenaga kerja. Oleh karena
itu peluang akan ancaman dari kompetitor baru terbilang kecil, selain itu
jangka waktu berdirinya perusahaan telekomunikasi di Indonesia terbilang panjang
yakni di atas sepuluh tahun.
2.
Promosi yang dilakukan oleh perusahaan kompetitor merupakan
ancaman yang perlu diperhatikan. Ketertarikan konsumen terhadap produk dari
kompetitor lain memungkinkan beralihnya konsumen perusahaan ke produk lain. Hal
ini perlu diantisipasi perusahaan untuk menjaga kesetiaan konsumen pada produk
perusahaan. Sebagai contoh saat ini Indosat dan
Tekomsel tengah melakukan promosi untuk paket
blackberry Rp 90.000 untuk tiga bulan. Promosi tersebut dapat menjadi ancaman
bagi perusahaan, itu sebabnya perusahaan harus memanfaatkan ancaman dari promosi
ini sebagai peluang dengan mengeluarkan promosi yang tidak kalah menarik dengan
kompetitor lainnya.
2.3 MATRIKS SWOT
Berdasarkan faktor kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki perusahaan, dapat dibuat Matriks
SWOT untuk mengembangkan strategi bisnis perusahaan:
|
Strategi SO
(Strengths-Opportunity)
1.
Melakukan promosi secara continue
baik di Pulau Jawa maupun di luar wilayah Pulau Jawa untuk meningkatkan
jumlah pelanggan perusahaan.
2.
Meningkatkan kerjasama dengan media cetak
maupun elektronik untuk lebih memperkenalkan program XL-Tunai.
|
Strategi WO
(Weakness-Opportunity)
1.
Mengurangi beban operasional pemeliharaan
infrastruktur jaringan dengan menjual menara BTS.
2.
Memperkerjakan karyawan yang kompeten (ahli)
dalam menyelesaikan masalah pada menara sehingga kualitas jaringan tetap
stabil.
|
|
Strategi ST
(Strengths-Threats)
1.
Dalam merespon promosi yang dilakukan pihak
kompetitor melalui media elektronik, ada baiknya perusahaan mengalihkan
bentuk promosi yang tadinya saling menjatuhkan dengan “perang tarif”, diganti
dengan lebih menonjolkan sisi sosial dari perusahaan.
2.
Mempertahankan pelanggan lama dengan
memberikan feed back atas loyalitas
mereka misalnya dengan memberikan gratis RBT selama 1 minggu.
|
Strategi WT
(Weakness-Threats)
1.
Mengontrol biaya-biaya yang berhubungan
dengan operasional sehingga laba yang dihasilkan dapat maksimal.
2.
Mengontrol harga jual terhadap distributor
sehingga harga yang sampai ke tangan konsumen dapat bersaing dengan
kompetitor.
|
BAB III
ANALISA RASIO KEUANGAN
3.1 Rasio Keuangan
Menurut Sofyan Syafri Harahap dalam buku yang berjudul Analisa Kritis atas Laporan Keuangan (2009 : 297),
“Rasio
keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari suatu pos
laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan
signifikan (berarti).”
Dan menurut S. Munawir dalam buku yang berjudul Analisa Laporan Keuangan (2007 : 37),
“Analisa
rasio adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu
dalam neraca atau laporan rugi laba secara individu atau kombinasi dari kedua
laporan tersebut.”
3.2 Perhitungan Rasio Keuangan pada PT XL Axiata
Tbk tahun 2011
3.2.1 Rasio Likuiditas
Aktiva Lancar
Hutang Lancar
3.387.238
8.728.212
Current Ratio = 0,388 X
Aktiva Lancar – Persediaan
Hutang Lancar
3.320.642
8.728.212
Quick Ratio = 0,38 X
Cash
Hutang Lancar
998.113
8.728.212
Cash
Ratio = 0,114 X
3.2.2 Rasio Leverage
Total Hutang
1.
Debt Ratio =
Total Aktiva
17.478.142
31.170.654
Debt
Ratio = 56,07 %
Total Hutang
Ekuitas
17.478.142
13.692.512
Debt
Equity Ratio = 127,6 %
3.2.3 Rasio Aktivitas
Penjualan
1.
Rasio Perputaran =
Persediaan Persediaan
18.921.070
Persediaan 66.595
Rasio Perputaran = 284,1 X
Persediaan
Penjualan
2.
Rasio Perputaran =
Aktiva tetap Aktiva tetap bersih
18.921.070
Aktiva tetap 27.783.417
Rasio Perputaran = 0,681 X
Aktiva tetap
Penjualan
3.
Rasio perputaran =
total aktiva Total aktiva
18.921.070
total aktiva 31.170.654
Rasio perputaran = 0,607 X
total aktiva
3.2.4 Rasio Profitabilitas
Gross Profit
1.
Margin laba kotor =
Sales
18.712.778
18.921.070
Margin
laba kotor = 98,90 %
EAT
2.
Margin laba bersih =
Sales
2.830.101
18.921.070
Margin laba bersih = 14,96 %
EAT
3.
ROA =
Total Asset
2.830.101
31.170.654
ROA = 9,08 %
EAT
4.
ROE =
Total Equity
2.830.101
13.692.512
ROE = 20,67 %
EAT
5.
ROI =
Total Investasi
2.830.101
6.683.125
ROI = 42,35 %
3.2.5 Rasio
Pertumbuhan
EAT
1.
EPS =
Saham yang beredar
2.830.101
851.857
EPS = 3,32
rupiah
Deviden
2.
DPS =
Saham yang beredar
911.487
851.857
DPS = 1,07
rupiah
Price
3.
PE ratio =
EPS
281
3,32
PE ratio = 84,58 X
3.2.6 Rasio
Lainnya
Net Working Capital = Current Assets –
Current Liabilities
Net
Working Capital = 3.387.238 - 8.728.212
Net
Working Capital = (5.340.974)
Dari hasil perhitungan tersebut dapat dikatakan
bahwa kondisi perusahaan tidak sehat karena hasil NWC negatif.
3.3 Proyeksi di Tahun 2013
Belum
lama ini Lembaga konsultan Frost & Sullivan memperkirakan pertumbuhan
industri telekomunikasi Indonesia. Tahun ini diperkirakan nilai pasar dari
industri selular terjadi pertumbuhan sekitar 10,8 % atau mencapai Rp 149,7
triliun. Sedangkan pada tahun 2012 diperkirakan pendapatan dari industry
selluler Indonesia mencapai 134,5 triliun atau naik 16,6 % dibandingkan 2011
sebesar Rp 113,1 triliun.
Merespon peluang tersebut, PT XL
Axiata Tbk terus berbenah diri untuk menjadi yang terdepan menguasai pasar.
Salah satu yang dilakukan perseroan adalah:
1.
Memperluas
jaringan di pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan
internasional dan Singapura. Tahun 2013, diharapkan tumbuh lebih dari 100%
khususnya bagi layanan tradisional telekomunikasi baik voice dan pesan pendek
(sms),”katanya.
2.
Meluncurkan
Program Hot Road 3G plus, khusus android
dengan harga kartu Rp 5000, gratis internetan selama 6 bulan.
3.
XL
akan fokus untuk melaksanakan edukasi penggunaan layanan data tahun ini,
terutama untuk layanan 4G atau Long Term Evolution (LTE).
BAB IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan analisis-analisis yang dilakukan oleh penulis
atas laporan keuangan PT XL Axiata
Tbk, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
4.1.1
Analisis Strategi Perusahaan
Dalam melaksanakan
strategi bisnis perusahaan, terlihat perusahaan melakukan strategi low cost,
high volume yang berarti perusahaan berfokus untuk meningkatkan jumlah
pelanggan mereka dengan menarik minat pelanggan-pelanggan baru melalui
penawaran tarif yang murah. Dengan meningkatnya jumlah pelanggan akan
diseimbangi dengan meningkatnya pendapatan dan terus mematangkan program
layanan 3G nya. Terbukti strategi ini mampu menaikkan jumlah pelanggan dilihat
dari naiknya jumlah pendapatan dari tahun 2010 sampai dengan 2011.
4.1.2 Analisis
Keuangan
1. Analisis
Horizontal
Perbandingan
laporan keuangan PT XL Axiata pada total asset mengalami kenaikan dari tahun 2010 ke 2011, juga terjadi perubahan pada liabilitas yang turun di 2010 namun naik di 2011. Untuk pendapatan terjadi kenaikan, sementara
beban di tahun 2011 mengalami perubahan
kenaikan yang menyebabkan laba bersih ikut
mengalami perubahan.
2. Analisis Vertikal
Jumlah aset tidak lancar masih mendominasi (lebih besar)
dibanding aset lancar, perbedaan ini pun terlihat sangat jauh dimana
aset tidak lancar mendominasi lebih dari
89%. Total liabilitas
masih lebih besar
dibanding total ekuitas
perusahaan, hal ini menunjukkan
bahwa perusahaan masih mengandalkan hutang dalam pendanaannya.. Dan terjadi perubahan
dalam laporan laba
rugi, tetapi perusahaan masih
dapat menghasilkan laba bersih diatas 10% dari jumlah pendapatan setiap tahunnya.
3. Analisis Rasio
a. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas perusahaan dapat dikatakan masih kecil, karena jumlah hutang lancar lebih besar daripada aktiva lancar dan kas
perusahaan
b. Rasio Leverage
Hasil perhitungan rasio leverage menunjukkan bahwa
perusahaan lebih bergantung
kepada hutang untuk mendanai
operasionalnya dibanding dengan meningkatan modal. Terlihat dari jumlah hutang yang
lebih banyak daripada jumlah modal yang ada.
c. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas
perusahaan lebih baik hal ditunjukan oleh efektifitas operasional
perusahaan dalam menghasilkan
laba yang masih baik.
d. Net Working Capital
Dari perhitungan net working
capital dapat disimpulkan bahwa kondisi perusahaan pada tahun 2011 tidak sehat
karena jumlah hutang lancar lebih besar daripada harta lancar.
4.2. Saran
Berdasarkan
kesimpulan diatas, maka saran yang dapat penulis sampaikan adalah :
1. Mempertahankan strategi bisnis low cost, high
volume. Strategi ini terbukti berhasil menaikkan jumlah pelanggan, sehingga
diharapkan pula dengan
pertambahan pendapatan. Strategi ini
dapat dilakukan dengan menawarkan promosi-promosi seperti
tarif internet yang
lebih murah dibanding
perusahaan-perusahaan sejenis atau promosi gratis bicara 1 jam setiap pengisian pulsa minimal Rp
10.000. Fokus pada promo “XL
rumahnya android” disaat provider lain sedang gencar promosi untuk paket
Blackberry.
2. Penurunan beban operasional perlu dilakukan. Rencana perusahaan
untuk melepas 8.000 menara BTS-nya
tampaknya akan mampu
menekan beban operasional. Diharapkan dengan menurunnya beban operasional akan memberi kontribusi
atas kenaikan laba.
3. Meningkatkan
kualitas jaringan demi
mempertahankan dan meningkatkan
jumlah pelanggan. Dalam
menjual menara BTS-nya, perusahaan harus mempertimbangkan kompeten dari
perusahaan pembeli dan tidak hanya sebatas mana yang paling besar kemampuannya
dalam membeli. Hal
ini dimaksudkan agar
apabila perusahaan menyewa menara itu
kembali untuk operasional
perusahaan maka kualitas
dari jaringan haruslah baik karena
telah dikelola oleh perusahaan yang kompeten.
4. Meningkatkan
aset lancar agar likuiditas perusahaan dapat naik .
5. Perusahaan harus
meningkatkan ekuitas mereka dengan menerbitkan jumlah saham, dengan demikian akan memperbaiki rasio leverage
sehingga liabilitas akan berkurang
dan operasional perusahaan
akan dijalankan dengan
asset dan modal yang dimiliki oleh perusahaan.
6. Rasio profitabilitas perusahaan perlu dipertahankan dan
ditingkatkan, hal ini dapat dilakukan dengan
menekan biaya yang timbul pada akun beban di laporan laba rugi misalnya dengan menekan
biaya pada beban pemeliharaan jaringan.
7. Bagi calon investor, berinvestasi pada PT XL Axiata Tbk cukup
menjanjikankarena berdasarkan analisis proyeksi laba rugi dari
tahun 2012 hingga 2016 laba bersih perusahaan diprediksi akan mengalami kenaikan
setiap tahunnya
BAB V
REFERENSI
Referensi data dan bahan bacaan pembuatan makalah ini penulis dapatkan dari
:
- Munawir, S., Analisa Laporan Keuangan, Liberty Yogyakarta, Yogyakarta, 2007.
- Harahap, Syafri Sofyan, Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, PT. Raja Grafindo Persada, 2009.
- http://www.xl.co.id/about-us/XLataGlance/History
- http://www.xl.co.id/about-us/XLataGlance/GoodCorporateGovernance
- http://www.xl.co.id/about-us/XLataGlance/BoardofCommisioner
- http://www.slideshare.net/adenthoriq/pt-xl-axiata
- http://www.xl.co.id/about-us/Management/OrganizationStructure
- http://www.neraca.co.id/harian/article/26031/Bidik.Pelanggan.Lintas.Negeri.XL.Integrasikan.BTS#.UWV5WBvTtaM
- http://old.indonesiafinancetoday.com/read/38461/XL-Siapkan-Edukai-Layanan-Data-untuk-4G
- ARXL2011_(web_version)_latest
- Modul kuliah bab II, hal; 8 dan BAB VI;26
Komentar
Posting Komentar